Setelah sekian lama ini terjadi, saya pun memiliki pertanyaan-pertanyaan yang terus berakar dan menjalar dalam pikiran ini hingga saya pun tidak dapat membatasinya. Pertanyaan-pertanyaan terus muncul hingga akhirnya turun-temurun menjadi pertanyaan-pertanyaan yang kecil.
- Mengapa tidak ada training dasar untuk kami? (Mengapa hanya ada pejelasan secara umum saja atau lebih cocok dikatakan hanya pemberitahuan saja?)
- Mengapa tidak ada kejelasan kontrak? (kontrak awal hanya 3 bulan tetapi bekerja hingga 6 bulan dan pada saat 6 bulan kontrak diputus dengan menandatangani perpanjangan kontrak 3 bulan sebelumnya dan pemutusan kontrak)
- Mengapa kami didiskriminasi? (selalu saja ada pembicaraan buruk dibelakang kami)
- Mengapa kami tidak dapat menerima pembaruan ketentuan-ketentuan yang berlaku?
- Mengapa kami dianggap seperti anak kecil yang tidak berdaya?
- Mengapa kami tidak boleh menggunakan fasilitas tanpa dampingan salah satu karyawan lain? (apakah kami ini ?)
- Mengapa kami tidak boleh mempelajari sistem? (apakah kami ancaman bagi kalian? )
- Mengapa ruang berpendapat kami dibatasi?
- Mengapa setelah 9 bulan saya baru mengetahui kalau ada kebijakan mendapatkan seragam setelah bekerja selama 6 bulan?
- Mengapa kami tidak mendapatkan tunjangan? (apa bedanya mikro?)
- Apa artinya penghasilan=pengeluaran?
- Mengapa kalian tidak tegas terhadap kami?
- Mengapa kami tidak mendapatkan kritikan yang membangun? (kami seperti diacuhkan karena tidak berguna bagi pribadi kalian)
- Mengapa kalian berbicara bertentangan dengan hati kalian?
- Apakah tujuan kalian bekerja? (berbedah dengan tujuan kami?)
- Apa kebutuhan dasar kalian sebagai manusia? (berbedakah dengan kami?)
- Mengapa kalian berpura-pura tidak mengetahui apa yang kami rasakan?
- Mengapa kalian tidak sinkron dan kurang akan team work sesama kalian?
- Mengapa kami dijadikan tumbal?
- Mengapa kami diperlakukan tidak seperti yang lainnya? (kami ini bukan budak kalian)
- Seperti apa sesungguhnya kami struktur kalian?
- Mengapa kalian hanya berfikir sepihak dan mengacuhkan pemikiran benar kalian tentang kami?
- Mengapa kalian tidak menciptakan kader-kader sebagai regenerasi kalian? (apakah takut tersaingi?)
- Siapakah kalian ini sebenarnya? Mengapa kalian ini? Ada apa dengan kami?
Beberapa pertanyaan ini muncul seketika dalam benak saya, jika mereka ingin bersikap profesional maka janganlah dilakukan dengan setengah hati. Kalau kalian menginginkan keprofesionalan maka kalian harus bersikap secara profesional juga. Apakah kalian sanggup untuk bersikap profesional? Kalian itu adalah manusia robot yang memiliki masa kadaluarsa, mampukah kalian bertahan selamanya?
0 komentar:
Posting Komentar