Agama, pendidikan, prestasi dan teman itulah yang kita butuhkan dalam menjalani kehidupan ini. Begitu juga dengan ku, aku merasa sesungguhnya aku belum mensyukuri atas apa yang telah aku nikmati selama ini. Saat ini, aku tak mengerti apa yang sedang aku rasakan. Aku merasa sangat kecil dan tak berarti dihadapan sang Khalik. Terlepas dari itu semua, aku merasa sahabat-sahabat ku kian menjauh dengan kesibukannya masing-masing. Namun disisi lain, aku menemukan sesuatu yang tak ku kira ini akan terjadi padaku.
Aku merasakan sebuah perubahan yang begitu cepat dan sangat berarti atas apa yang aku miliki dan bisa ku berikan pada orang-orang terdekat ku saat ini. Aku merasa inilah saatnya apa yang dinamakan ”to be a winner : all you need is to give all you have”.Aku mengerti apa yang dirasakan sobat-sobatku, tapi apa kalian mengerti apa yang aku rasakan, sob ??? Jika orang lain mampu melewati setiap cobaannya, mengapa aku tidak ? Keyakinan ku semakin tumbuh atas apa yang sedikit aku miliki.
Aku memiliki teman yang menjelma menjadi sobat ku saat ini. Mereka sangat menggantungkan sebagian kepercayaan mereka yang kental kepada yang ku miliki sedikit. Sekali lagi, aku merasa eksistensi diriku bertambah dengan minim.
Kita tidak boleh begitu cepat melupakan sekecil apapun kebaikan yang kita terima. Begitu juga dengan apa yang ku alami. Aku percaya, dalam kehidupan ini tidak ada yang dapat sesali semata-mata atas kesalahan ku sendiri. Aku mencoba menginstropeksi aku yang dulu, begitu banyak tanda tanya dan kesamaran yang ku dapatkan. Aku sendiri tak mengerti mengapa begitu aku yang dulu ? Mencoba mereview kritikan dan nasihat dari orang-orang yang menyayangi ku, begitu berat rasanya kesesalan yang ku rasakan, tetapi apa yang pantas aku sesali dari kesalahan ku? Aku yang dulu merasa sangat hina dari aku.
Trust me. Itulah yang aku tanamkan dalam kesuburan jiwaku yang kian berkembang dengan pupuk nasehat dan kritik varietas yang ku dapatkan cuma-cuma agar bisa buktikan sesungguhnya aku ada dan tidak seperti kebanyakan orang yang mendapat images hanya akibat pandangan sebelah mata. What was going on.
Aku merasakan sebuah perubahan yang begitu cepat dan sangat berarti atas apa yang aku miliki dan bisa ku berikan pada orang-orang terdekat ku saat ini. Aku merasa inilah saatnya apa yang dinamakan ”to be a winner : all you need is to give all you have”.Aku mengerti apa yang dirasakan sobat-sobatku, tapi apa kalian mengerti apa yang aku rasakan, sob ??? Jika orang lain mampu melewati setiap cobaannya, mengapa aku tidak ? Keyakinan ku semakin tumbuh atas apa yang sedikit aku miliki.
Aku memiliki teman yang menjelma menjadi sobat ku saat ini. Mereka sangat menggantungkan sebagian kepercayaan mereka yang kental kepada yang ku miliki sedikit. Sekali lagi, aku merasa eksistensi diriku bertambah dengan minim.
Kita tidak boleh begitu cepat melupakan sekecil apapun kebaikan yang kita terima. Begitu juga dengan apa yang ku alami. Aku percaya, dalam kehidupan ini tidak ada yang dapat sesali semata-mata atas kesalahan ku sendiri. Aku mencoba menginstropeksi aku yang dulu, begitu banyak tanda tanya dan kesamaran yang ku dapatkan. Aku sendiri tak mengerti mengapa begitu aku yang dulu ? Mencoba mereview kritikan dan nasihat dari orang-orang yang menyayangi ku, begitu berat rasanya kesesalan yang ku rasakan, tetapi apa yang pantas aku sesali dari kesalahan ku? Aku yang dulu merasa sangat hina dari aku.
Trust me. Itulah yang aku tanamkan dalam kesuburan jiwaku yang kian berkembang dengan pupuk nasehat dan kritik varietas yang ku dapatkan cuma-cuma agar bisa buktikan sesungguhnya aku ada dan tidak seperti kebanyakan orang yang mendapat images hanya akibat pandangan sebelah mata. What was going on.
Apa yang mereka tuduhkan padaku ? Suara hati yang menjerit tanpa gema tak satupun dapat mendengar bisiknya. Positive thinking yang bisa ku deskripsikan dalam benakku tanpa menambah semua kesesalan yang akan kurasakan. Mengundang temanku untuk membebaskan diri dari keredupan hidup ini yang sedang ku coba. Tetapi mengapa mereka hanya . . . ah, mungkin mereka tidak bisa mendengar bisik jerit suara hatiku atau mungkin mereka telah merencanakan sesuatu dalam hidupnya. Setitik cahaya keberhasilan memang telah di depan mata, tetapi apa mereka tahu di sekelilingnya terdapat tembok yang begitu kuat dan tebal yang diselimuti hawa kesesalan yang begitu kabut ! Kita berada dalam lingkungan yang sama namun tak seperti tempurung, mengapa kita tidak mencoba mengehempaskan perlahan kabut hawa kesesalan yang menghalangi cahaya keberhasilan itu???
2 komentar:
hidup dalah perjuangan men....
setiap perjuangan dalah kemenangan....
setiap kemenangan tidak mengenal kekalahan...
menapak bumi
meniti jalan
menggapai dunia
Lillah...
don't worry be happy...
waiii....cacamm....kerennn...
tapi, teruZzzz bejUang cik.....
sampe tambah keRen bLog U....
Posting Komentar